Selasa, 03 Februari 2009

Pengantar

Japanese Candlesticks adalah salah satu Teknikal Analysis tools yang kuno tapi sangat populer bagi trader. Candlestick sudah dipergunakan di Jepang sejak tahun 1700-an dan belum di kenal di dunia barat sebelum awal 1990-an. Sejak itu candlestick menjadi chart yang digemari dan menggantikan open-high-low-close bar chart.

Terdapat ratusan indikator untuk menilai Teknikal Analysis dari sebuah saham. Ibarat membaca sebuah peta. Kita akan lebih dipermudah dengan adanya plang-plang penunjuk jalan. Sebagai seorang trader professional, indikator-indikator tersebut dapat anda gunakan sebagai acuan untuk entry/exit point.

Candlestick telah digunakan oleh trader untuk melihat indikasi reversal ataupuan titik pembalikkan suatu gerakan trend saham. Konfirmasi sinyal candlestick yang diterapkan selalu berhasil mengikutsertakan transaksi-transaksi yang menguntungkan dalam sebuah trend yang sedang terjadi dalam gerakan bursa.

Jika kita dapat memprediksikan pola gerakan market secara benar, maka anda telah mempunyai sebuah dasar untuk berhasil dalam investasi anda pada bursa efek.

Sangatlah menyenangkan jika kita dapat mengikuti gerakan market. Melalui perencanaan keuangan(money management) dan disiplin yang ketat, kita hanya menyaksikan profit yang terus mengalir ke dalam saldo rekening kita.

Japanese Candlestick are one of the most powerful technical analysis tools in the trader's toolkit. While candlestick charts date back to Japan in the 1700's this form of charcing did not become popular in the western world until the early 1990's. Since that time, they have become the default mode of charting for serious tekcnical replacing the open-high-low-close bar chart.